Prinsip-Prinsip Asuransi

Terdapat prinsip-prinsip asuransi yang utama yang harus dilaksanakan oleh ke 2 belah pihak (tertanggung dan penanggung) sbb:

  • The Utmost Good Faith (azas kejujuran sempurna)

Penanggung dan tertanggung harus memiliki itikad baik tertinggi dalam melakukan kontrak pertanggungan. Penanggung wajib menjelaskan segala yang perlu diketahui tertanggung terkait polis asuransi yg ditawarkannya, baik melalui tenaga pemasar maupun agen asuransi yang menjadi perantaranya. Penanggung harus melayani tertanggung dengan sebaik-baiknya selama pertanggungan berlangsung, terutama saat terjadi klaim, berdasarkan   T&C.                                                                                                   Tertanggung wajib memaparkan keadaan objek pertanggungan secara akurat dan gamblang kpd penanggung, saat awal, selama       pertanggungan dan saat terjadi klaim

  • Insurable Interest 

Tertanggung wajib memiliki kepentingan (keuangan) atas objek yg akan dipertanggungkan, dan dpt dibuktikan scr hukum.

  • Indemnity

 

Tertanggung akan menerima pembayaran ganti rugi atau santunan, sebesar kerugian yang dideritanya.                               Tertanggung tdk diperkenankan memperoleh keuntungan atas klaim asuransi (terlebih kasus penipuan klaim asuransi yg akan berujung  pidana).

  • Subrogation  

Saat tertanggung telah memeroleh pembayaran klaim asuransi, maka penanggung akan menggantikan posisi tertanggung utk menuntut ganti  rugi kpd pihak ke 3 yang menyebabkan kejadian tsb (bila ada). Subrogation ini adalah pelengkap prinsip indemnity, dimana tertanggung tdk boleh memeroleh keuntungan atas klaim asuransi.

  • Contribution   

Bila terdapat 2 atau lebih penanggung yang menjamin sebuah klaim asuransi, atas objek yang sama, dengan jaminan yg sama, maka mereka akan membayar klaim berdasarkan bagian mereka secara proportional.

Prinsip 2 asuransi tsb di atas, indemnity, dan contribution tdk berlaku bagi asuransi jiwa.

Demikian sekilas secara singkat prinsip2 asuransi yang berlaku, semoga bermanfaat.

Polis Asuransi

POLIS ASURANSI = Rp. Puluhan/Ratusan Juta dan Miliaran atau Hanya Seonggok kertas tdk bernilai sama sekali

Polis asuransi yang Anda terima dan miliki saat ini memiliki nilai besar bila menjamin kebutuhan Anda dan tdk ada yang cacat dalam SPPA/SPAJ!

Sebaliknya bila cacat dan tidak menjamin risiko yg Anda miliki (baca sesuai kebutuhan), maka sesungguhnya Anda hanya membeli percuma (baca membuang uang) seonggok kertas yang tidak ada manfaatnya sama sekali.

Apakah Anda yakin dengan polis yang Anda akan beli?
Apakah Anda percaya akan polis yang Anda miliki saat ini?

Darimana berasal keyakinan dan kepercayaan Anda tersebut?
Dari omongan dan janji-janji selangit para pemasar dan penjual asuransi?

Hei bangun, omongon dan janji lisan tdk bisa membayar klaim Anda!

Sadarlah para calon pembeli dan pemilik polis asuransi, bahwa keyakinan dan kepercayaan Anda tidak memiliki dasar sama sekali!

Saran saya:

“Baca, pelajari dan pahami polis-polis asuransi yg Anda miliki sekarang juga hingga ngelotok! Agar Anda tdk perlu melotot hingga ingin adu otot saat klaim Anda ditolak!”

Bandingkan Polis dan SPPA/SPAJ yang Anda isi.
Periksa kembali SPPA/SPAJ yg Anda lengkapi, apakah ada kesalahan pengisian (baca cacat)?

Lebih baik PUSING SEKARANG, daripada PUSING NANTI (sambil menyesal tiada guna)!

Selamat berasuransi dengan cerdas!

Personal Accident Insurance

Personal Accident Insurance atau asuransi kecelakaan diri, sering disingkat PA.

PA adalah sebuah jenis asuransi yang memberikan perlindungan kepada diri seseorang atas segala macam kecelakaan yg mungkin terjadi dimana saja dan kapan saja, selama 24 jam dan berlaku di seluruh dunia.

Definisi kecelakaan: tiba-tiba, seketika (sekonyong-konyong), tidak diiginkan terjadi, dan tidak disengaja (on-purpose).

Sifat polis PA adalah “All Risks”, maksudnya segala risiko dijamin, kecuali yang tertera dalam pengecualian.

Beberapa pengecualian:
- bunuh diri
- risiko melahirkan
- ikut perlombaan kecepatan, ketangkasan dll
- olah raga berbahaya (terjun payung, bela diri, selam dll)
- ikut militer
- ikut dalam perbuatan melawan hukum (merampok dlsb)

Suku premi PA sangat ditentukan pada:
- Okupasi atau profesi diri

Pekerja tambang harga preminya lebih mahal drpd sekretaris kantor, begitupun astronot lebih mahal drpd arsitek lapangan.

Suku premi indikasi (per-tahun) dibagi dlm 5 klas:

1. Administrasi (kantor) spt manager, direksi, sekretaris, staff kantor : 1,0%o

2. Pekerja separuh lapangan, seperti arsitek, staff pemasaran : 1,5%o

3. Pekerja lapangan, seperti supir, salesman : 2,0%o

4. Pekerja tambang, pilot, pelaut : 3 – 5%o

5. Klasifikasi khusus: astronot, militer : ditetapkan underwriter

—–

PA Standard jauh lebih luas daripada:

- Jamsostek (atau BPJS Ketenagakerjaan) karena hanya menjamin selama jam kerja, pergi dan pulang ke tempat kerja dan terkait waktu lembur diluar jam kerja yg masih dalam hubungan kerja

- Kecelakaan Diri Supir dalam asuransi kendaraan bermotor, karena hanya menjamin selama berada dalam kendaraan (kecelakaan saat berkendara)

—–

PA bisa dibeli sendiri, tanpa harus membeli produk asuransi lain (stand alone policy).

Sayangnya di perusahaan asuransi jiwa seringkali PA hanya berupa : RIDER, atau perluasan jaminan dari polis Life Insurance.

PA dijual oleh perusahaan asuransi UMUM (General Insurance).

—–

Jadi bila seseorang Manager Keuangan ingin membeli PA senilai Rp.1 miliar, maka premi per tahun dikenakan sebesar Rp.1 juta.

—–

PA menjamin kecelakaan di rumah, di jalan, di kantor, di dalam dan luar negeri.

Kecelakaan seperti: terjatuh di tangga, tertimpa genteng, jari terpotong kala sedang di dapur, dan berbagai jenis kecelakaan yang dpt terjadi menimpa diri.

—–

Jaminan PA meliputi:

Jaminan Utama ada 2:
1. Accidental Death (meninggal akibat kecelakaan) : 100% Uang Pertanggungan
2. Disablement (cacat tetap) sebagian atau total : mengikuti persentase perusahaan. Misalnya 1 mata : 50%; 1 jempol : 20%

Jaminan optional:
3. Medical Expenses (biaya pengobatan akibat kecelakaan) : 10% dari Uang Pertanggungan, dengan premi tambahan
4. Weekly Indemnity (santunan mingguan akibat ketidakmampuan bekerja selama mengalami pengobatan dan cacat sementara) : sesuai dengan permintaan, dengan premi tambahan. Max. 52 minggu.
—–

Passive Income

Mengapa saat cukup banyak orang yang tidak melakukan aktifitas rutin seperti buruh pabrik atau karyawan kantoran, namun masih mampu menjalani kehidupan ini dengan layak, cenderung mapan dan bahagia.

Dahulu saya akan berpikir, mungkin mereka anak orang kaya, sehingga semua biaya dibayarin oleh orang tua mereka. Atau mereka memiliki warisan yang sangat besar, dan mereka memakai warisan tersebut untuk membiayai seluruh kebutuhan hidup mereka.

Namun sekarang saya tidak berpikir demikian, dan saya sudah mengetahui mengapa mereka mampu hidup bahagia tanpa harus bekerja seperti buruh pabrik atau karyawan kantoran yang setiap hari pergi pulang seperti ”setrikaan“ yang dipakai pembantu untuk merapikan baju. Ternyata mereka telah memiliki passive income atau pendapatan pasif, yang akan memberikan mereka penghasilan rutin tanpa mereka perlu bekerja banting tulang seperti buruh pelabuhan.

Passive income adalah sebuah penghasilan yang diterima oleh mereka rutin setiap bulan dari sebuah atau beberapa sumber investasi atau bisnis yang telah mereka bangun dan miliki di waktu yang lalu. Sesungguhnya sebagian besar dari mereka yang saat ini telah hidup nyaman dan bahagia berkat passive income, dahulunya adalah karyawan kantoran atau bahkan buruh pabrik. Mereka juga membanting tulang di masa yang lalu, seperti saya dan Anda.

Namun sejak awal saat mereka menerima penghasilan aktif (kala bekerja), mereka selalu menyisihkan setiap uang yang mereka peroleh. Setelah mereka sisihkan, lantas mereka akumulasikan, investasikan dan kembangkan dalam berbagai jenis instrumen investasi dan bisnis. Awalnya bangunan investasi dan bisnis mereka juga merangkak dan bertahap, dan setelah melalui satu dasa warsa, mereka mampu menghasilkan dan memperoleh ganjaran penghasilan yang melebihi kebutuhan hidup bulanan mereka.

Setiap tahun akumulasi passive income mereka bertumbuh dan berbuah, dan mereka tidak langsung puas dan meng-konsumsi passive income tersebut, melainkan mereka gulung / putar terus dalam berbagai investasi dan bisnis.

Mereka menunda kesenangan dan kepuasan diri dalam beberapa waktu yang relatif lama, namun mereka akan memperoleh kebahagiaan dan kenyamanan diri untuk periode waktu yang lebih lama hingga menutup mata.

Sekarang saatnya Anda dan saya memulai untuk menyisihkan setiap pendapatan yang diterima, dengan menunda kesenangan dan kepuasan diri sekarang. Sisihkan pendapatan sebesar 20% dari setiap uang yang diterima, untuk diakumulasikan dan diinvestasikan agar dapat memberikan hasil dan buah yang berlimpah di waktu mendatang.
Beberapa investasi dan bisnis yang bisa Anda miliki untuk memberikan passive income adalah sebagai berikut:

  • Obligasi yang memberikan kupon setiap bulan atau per tiga bulan sesuai dengan kontrak.
  • Reksadana Pendapatan Tetap
  • Rumah, rumah toko, apartemen atau kios yang disewakan
  • Usaha atau bisnis yang dijalankan sendiri atau dioperasikan pihak ke 3
  • Usaha Franchise

Semoga kehidupan Anda dan saya setiap hari semakin sejahtera, dengan bertumbuhnya berbagai investasi dan usaha yang akan dibangun.

Cara Mudah Pahami Polis Asuransi

Setelah Anda menerima polis asuransi dari perusahaan asuransi, harap segera membuat photo copy-nya, lalu simpan di tempat yg berbeda
(1 kantor, 1 di rumah).

Lalu segera buka copy polis, dan bandingkan dengan penawaran yang Anda terima dari penjual.

Bila ada yang tdk sesuai, panggil kembali penjual utk jelaskan mengapa terjadi perbedaan!

Sesungguhnya memahami polis asuransi itu sangat mudah, yaitu:

1. Polis terdiri dari 2 bagian utama, yaitu:
- Schedule Polis (iktisar pertanggungan) berisikan inti sari nama, objek dan jaminan serta data utama lainnya
- Cetakan, bag polis yg merupakan barang cetakan (standard) dan lampiran-lampiran sesuai dengan Schedule Polis.

2. Jenis polis asuransi hanya ada 2 yaitu:
- All Risks policy (yang hanya mencantumkan pengecualian) tdk menyebut jaminan 1 per 1
- Named Perils policy, yg menyebutkan jaminan polis 1 per 1

3. Dibagian akhir polis, biasanya dilampirkan SPPA/SPAJ yg telah Anda lengkapi.

—–

Jadi langkah pertama adalah:

1. Pastikan kebutuhan jaminan Anda telah tercover dalam Schedule Polis.
Jangan sampai ada yg terlewat, mengenai data pertanggungan, terkait objek, uang pertanggungan, periode, jenis jaminan, limit dari jaminan dsb.

2. Setelah Anda memahami cara membaca Schedule, maka silahkan cari dari bagian polis yang menyebutkan “Coverage” atau jaminan.
Bila  Anda menemukan “kata kunci” : ALL RISKS (AR), maka polis tsb bersifat AR.
Tetapi bila Anda menemukan jaminan disebut 1 per 1, maka polis tsb: NAMED PERILS.

Artinya:
AR: Anda fokus pada pengecualiannya saja, bila tdk disebutkan (dlm pengecualian) maka dijamian
NP: fokus pada yang disebutkan dalam jaminan.

3. Lihat JAMINAN yang disebutkan dalam Schedule, lalu baca “wording” atau narasi-nya di bagian Cetakan.
Coret/beri tanda/stabilo bagian yang tdk Anda pahami.
Baca ulang, setelah Anda selesai memberi tanda seluruh polis.

Jaminan dan pengecualian polis harus Anda pahami dgn baik.

4. Lalu baca/pahami prosedur klaim, cara dan dokumen yg dibutuhkan saat mengajukan klaim.
Buat gambar atau flow chart berupa angka langkah /step by step mengajukan klaim.

Jangan lupa pahami, KRITERIA dan PERSYARATAN atas sebuah Klaim, misalnya “Apa yang disebut penyakit kritis?” Dan “Apa syarat pengajuannya?”

5. Setelah Anda memahami jaminan, pengecualian dan prosedur klaim; hal lain cukup dibaca sepintas dan sekilas, agar lengkaplah pemahaman Anda akan polis yg dimiliki.

Semoga bermanfaat.

Cara BerAsuransi

Ada 2 cara berasuransi ditinjau ada “niat”nya, yaitu:

  1. Niat diri, membeli dan memiliki asuransi berasal dari dalam diri sendiri karena kesadaran dan kebutuhan perlindungan.
  2. Dipaksa, membeli karena “dipaksa” oleh pihak lain, terkait kontrak kredit (bank, leasing, pegadaian); peraturan (jasa raharja, stnk/sim, dll); hubungan (yang nguber2 sahabat, saudara dll).

Dampak dari perbedaan “motive” pembelian ini sangat berbeda, baik dari segi harga, kondisi dan persyaratan jaminan, serta kualitas pelayanan klaim.

Coba tilik kembali, bagaimana proses Anda memiliki polis2 asuransi Anda?

“Dipaksa” atau kesadaran diri?

—–

Lalu cara membeli asuransi dari “bagaimana kita melakukannya” atau “melalui” terdiri dari beberapa cara antara lain:

1. Membeli Langsung
Asuransi Umum dapat dibeli langsung dari perusahaan asuransi umum, seperti asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan, asuransi kesehatan dlsb.

Asuransi Jiwa tidak dapat dibeli langsung dari perusahaan asuransi jiwa. Mereka akan me-refer-kan Anda kepada salah satu agen yang memperantarai.

Apakah Anda mengetahui, mengapa, perusahaan asuransi jiwa “tidak menjual” langsung kpd nasabah, seperti hal-nya dengan asuransi umum??

2. Membeli lewat agen
Baik asuransi umum dan jiwa, ke 2 nya dapat dimiliki dengan membeli melalui agen asuransi.
Tentunya agen yang tersertifikasi (AAUI/AAJI) dan memiliki kontrak kerjasama dgn  perusahaan asuransi tertentu.

3. Membeli lewat Pialang Asuransi, sesuai dgn Undang-undang Asuransi nomor 2 tahun 1992: “Pialang Asuransi memiliki fungsi dalam keperantaraan asuransi yang berada dipihak tertanggung dan melakukan pelayanan hingga penyelesaian klaim”
Pergunakan Pialang Asuransi yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO)

4. Membeli melalui Pihak Ke 3, yaitu perbankan, travel agent, bengkel, super market, show room.
Membeli ini memang karena kesadaran atau niat diri. Beberapa produk asuransi dapat Anda beli melalui “agen badan usaha” spt bank (bancassurance), travel agent, bengkel, show room dlsb.

5. Membeli Terpaksa
Membeli asuransi karena kontrak kredit, peraturan, dan lain sebagainya seperti yang telah disampaikan di atas.
Sering kali pembeli nomor 5 ini, tdk mengetahui secara pasti “produk” apa yg mereka beli, karena hanya untuk memenuhi persyaratan.

Anda membeli “lewat” mana?

Analisa Kebutuhan Proteksi

Seringkali nasabah membeli polis berdasarkan apa yang ditawarkan, bukan yang dibutuhkan.

Bukan hanya terkait penetapan UANG PERTANGGUNGAN, juga meliputi JAMINAN (Scope of Coverage) yang harus dianalisa sebelum menetapkan dan memutuskan membeli produk asuransi, yaitu POLIS.

Selayaknya sebelum memutuskan membeli, Anda harus melakukan ANALISA RISIKO pada diri Anda dan keluarga terlebih dahulu.

Beberapa Analisa Risiko yang sebaiknya Anda lakukan sbb:

1. Risiko apa saja yang Anda hadapi, baik terkait DIRI maupun HARTA.
Sungguh banyak Risiko atas Diri dan Harta yang layak dilindungi.
Namun tidak semua risiko harus dilindungi, namun perlu disesuaikan dengan Skala Prioritas, dan “Chance of Loss” yang ada terkait risiko tsb.

2. Uang Pertanggungan (Sum Insured)
Berapa UP yang pantas dan “sehat” (sound) untuk dipertanggungkan.
Ada beberapa sistim penetapan UP yang bisa dipakai:
A. Diri, Biaya yg timbul, Potensi Penghasilan, Kebutuhan Hidup dll
B. Harta, Harga Beli, Harga Pasar (market price), Harga Perolehan Baru/Kembali (new replacement value), Harga Yg Disetujui (agreed value) dll

—–

Kebutuhan Scope of Coverage dapat diperoleh dalam Polis Standard yang dicetak oleh Perusahaan Asuransi, namun ada yang HARUS / DAPAT diminta baik harus membayar tambahan premi, maupun diberikan secara GRATIS (dalam bentuk Rider dan Clauses).

—–

Semoga Anda dapat memetik ‘pelajaran’ asuransi  hari ini.

Salam saya bagi keluarga Anda.

Jangan katakan Cinta bila Anda belum melindungi keluarga bagi kepastian masa depan mereka.

“Asuransi itu Kasih”

Asuransi Tanda Cinta

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi mendengar pertanyaan:
“Apakah Anda mencintai keluarga Anda?”

Lalu disambut pertanyaan dan pernyataan berikutnya, dan ujung-ujungnya: jualan produk!

Saya tidak menyalahkan cara berjualan demikian, namun sebaiknya digali lebih jauh kebutuhan dan keinginan calon nasabah dengan lebih komprehensif dan utuh.

Seandainya ternyata calon nasabah membutuhan solusi “A”, jangan diberikan produk “B”.
—–
Lalu, apakah memang asuransi itu tanda kasih?

Saya menyatakan: “YA”!

Asuransi adalah tanda kasih dan bukti tanggung jawab kepala keluarga dan pencari nafkah kepada pasangan dan anak-anak yang dimilikinya.

Sangat banyak kepala keluarga mampu membeli peralatan elektronik, asesoris mobil/motor dan nangkring di cafe eksklusif, namun tidak memiliki polis yang melindungi dan menjamin keberlangsungan kelayakan kehidupan keluarganya.

Jangan mengatakan Anda mencintai keluarga, bila perilaku Anda masih seperti itu!

Cinta Anda palsu!

Polis asuransi yang memurnikan cinta Anda!

Jangan katakan cinta, bila Anda belum punya polis asuransi!

Pastikan pasangan dan anak-anak Anda terjamin kehidupannya!

Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa adalah produk asuransi yang “insured subject” nya atau menjamin kehidupan seseorang (atau sekelompok orang).

Perlindungan atas kehidupan seseorang akan memberikan sebuah santunan kala dirinya meninggal dunia, entah karena tua, sakit, atau kecelakaan.

Tentunya santunan ini akan “dinikmati” (baca: dimanfaatkan) oleh ahli waris (biasanya: pasangan dan anak-anak) agar dapat meneruskan kehidupan mereka seperti sedia kala.

Jadi sesungguhnya jati atau inti dari usaha asuransi jiwa adalah perlindungan atas kehidupan seseorang.

Beberapa jenis produk asuransi jiwa yang umum dikenal sbb:

1. Term Life (TL)
Asuransi Jiwa berjangka.
Asuransi jiwa yang memberikan hanya perlindungan atas kehidupan seseorang, yang berdurasi tahunan, dan dapat diperpanjang hingga usia tertentu.

Karena elemen TL hanya perlindungan (tanpa embel-embel lain), maka premi asuransi yang dikenakan hangat ekonomis /ringan.

Uang Pertanggungan tinggi menjadi concern tertanggung utk disampaikan kpd ahli waris.

Premi TL akan meningkat setiap tahun seiring dgn pertambahan usia seseorang, namun ada yang bisa di – LOCK hingga 20 – 25 tahun.

Maksudnya adalah premi TL akan tetap selama 20 – 25 tahun. Jadi sangat sesuai bagi seseorang yg berusia 30 tahun, mengambil TL 25 tahun yg di LOCK.

Sehingga pada usia pensiun 55 tahun, dia tdk perlu mengambil lagi. Diharapkan pd usia tsb seluruh kewajiban keuangan kpd anak2 sudah selesai dan dana pensiun telah dipersiapkan.

Saya sangat menyarankan  melindungi diri pencari nafkah dgn produk TL.

Karena premi TL sangat rendah/ekonomis, banyak perusahaan asuransi “menyembunyikan” produk mereka dari tertanggung.

Mereka tdk menjual atau tdk memasarkan produk ini, karena “CUAN” (baca: keuntungan) mereka kecil dari produk ini.

Padahal mereka memiliki produk ini saat mengajukan ijin dari Kemenkeu (regulator, saat ini OJK) saat itu, hanya mereka simpan dalam laci.

2. Whole Life (WL)
Produk asuransi jiwa yang melindungi tertanggung hingga usia tertentu (umumnya 99 tahun) dan memiliki nilai tunai.

Premi lebih mahal dari TL (krn memiliki nilai tunai), biasanya WL dibeli untuk ahli waris sbg warisan sanak keluarga tercinta.

Premi asuransi yang dibebankan dpt berlangsung 3, 5, 10 sampai 20 tahun.

Jadi perlindungan hingga usia 99 tahun, premi cukup membayar sesuai kemampuan dalam jangka waktu tertentu.

3. Endowment (Dwiguna)
Jenis asuransi jiwa ini mencampurkan dengan unsur investasi, yang RETURN nya dijamin oleh perusahaan asuransi.

Cara mengelola dan kemana dana ini diinvestasikan sepenuhnya hak dan tanggung jawab perusahaan asuransi.

Produk ini namanya bisa macam-macam, sesuai dengan kebutuhan dan target nasabah.

Maksudnya: bisa bernama asuransi pendidikan, asuransi pensiun, asuransi haji dan lain-lain.

Keuntungan nasabah di sini adalah RETURN nya PASTI, risiko dipundak perusahaan asuransi.

Kelemahannya, RETURN nya relatif kecil.

Sehingga bila ingin membeli asuransi pendidikan, maka siap-siap saja KAGET, karena saat mencairkan dana uang pangkal sekolah anak di SMA dan PT, akan sangat minim kala itu.

Karena INFLASI uang sekolah/pendidikan naik GILA-GILAAN, sedang pertumbuhan asuransi pendidikan sangat terbatas.

4. Unit Link (UL)
Karena perusahaan asuransi melihat nasabah tdk puas dengan hasil Endowment (asuransi jiwa juga tdk puas dgn keuntungan perusahaan yg minim), maka mereka meracik produk yang satu ini.

UL memberikan pilihan jenis instrumen investasi kpd nasabah, sehingga RISIKO investasi berpindah dari perusahaan asuransi kpd nasabah.

Ingat hanya jenis instrumen investasi yg boleh dipilih, di bbrp perusahaan asuransi nasabah TIDAK ADA PILIHAN atas MANAJER INVESTASI yg mengelola dana investasi nasabah.

RETURN UL : TIDAK DIJAMIN, berbeda dgn Endowment.

Isi dari UL ada 2 yaitu:
A. TL plus tetek bengek
B. WL plus tetek bengek

Maksudnya, UL inti produknya adalah Term Life atau Whole Life yang diisi dengan berbagai macam “Lauk” tambahan, seperti:
- as kesehatan
- as kecelakaan diri
- as penyakit kritis
- pembebasan premi
- dll dlsb dst

Lauk ini disebut juga: “Rider” (bukan Hings, atau GT Man).

Semua lauk tambahan ini ada ONGKOS nya.

Kelebihan UL: tdk repot

Kekurangannya: banyak, antara lain: biaya tinggi, risiko tinggi.

UL juga dapat disebut atau dinamai sesuai dengan tujuan dan target pasar.

Kadang dinamai asuransi pendidikan, as pensiun, as haji dan macam-macam.

—–

Lauk atau rider: jaminan tambahan, juga bisa dibeli untuk memperluas jaminan polis TL atau WL yg kita beli.

—–

Kesimpulan:

Beli asuransi memang selayaknya, namun pikir dan pertimbangkan sesuai dgn kebutuhan dan kemampuan diri.

Hati-hati bila salah membeli, kekecewaan pasti siap menunggu di penghujung waktu.

Konsultasikanlah kebutuhan Anda dengan agen atau pialang asuransi yg Anda percayai.

Demikian “Belajar Asuransi” secara singkat, dan silahkan ditambahkan/disempurnakan bagi para praktisi asuransi demi pencerahan masyarakat luas.

Asuransi Jiwa Dan Umum

Asuransi dapat di-klasifikasi-kan dalam 2 jenis asuransi yaitu:

1. Asuransi Jiwa, di mana “objek” pertanggungannya adalah manusia.
Nilai manusia tidak ternilai, karena bukan “barang” yang diproduksi, sehingga tidak ada “cost of production”.
Sehingga dalam menetapkan Uang Pertanggungan diri seseorang, kerap memakai berbagai ukuran, seperti “Nilai Ekonomi” diri-nya.

Beberapa jenis asuransi yang termasuk dalam klasifikasi asuransi jiwa adalah:
A. Asuransi Jiwa
B. Asuransi Kesehatan
C. Asuransi Kecelakaan Diri

Kemudian dikembangkan dalam berbagai produk spt: Term Life (polis ini yang sangat saya rekomendasikan), Whole Life, Endowment dan Unit Link (yang ini tidak), plus berbagai “Rider” (bukan “Hings” atau “GT Man”) sebagai pelengkap.

2. Asuransi Umum, secara umum objek pertanggungannya adalah “Harta Benda” (Property) dan “Kepentingan Keuangan” (Liability dll).

Namun adalam asuransi umum juga terdapat jenis asuransi yang menjamin diri seseorang seperti:
- Asuransi Kesehatan
- Asuransi Kecelakaan Diri
- Asuransi Perjalanan (Travel)

—–

Sehingga asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan diri disebut juga: “Border Insurance”, karena ada di 2 kelas asuransi.

Namun bedanya adalah:
Asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan diri dapat dijual secara “Stand Alone” policy pada asuransi umum.

Maksudnya adalah kita dapat membeli asuransi kesehatan atau tanpa embel-embel asuransi lain.

Tidak perlu membeli asuransi jiwa dahulu, baru ditempelkan “rider” asuransi kesehatan atau kecelakaan diri.

Bila hanya butuh asuransi kesehatan, ya cukup beli asuransi kesehatan saja.

Di banyak perusahaan asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan kecelakaan diri TIDAK BISA dibeli secara mandiri/terpisah atau “Stand Alone”, melainkan harus membeli asuransi jiwa dulu (sbg polis utama/pokok), lalu jaminan kesehatan/kecelakaan diri sebagai pelengkap dgn “rider”.

—–

Jenis asuransi umum sangatlah banyak ragamnya mulai dari:
- Asuransi Kebakaran
- Asuransi Pengangkutan
- Asuransi Kendaraan
- Asuransi Tanggung Gugat
- Asuransi Uang
- Asuransi Kejujuran
- Asuransi Perampokan
- Asuransi Rekayasa
Dan Lain lain hingga
- Asuransi Satelit